Saat Bodyguard Bertemu Pembalap Formula 1

Yang namanya ibu-ibu pasti pernah belanja. Yang namanya ibu-ibu pasti pernah ngerasain yang namanya pas lagi belanja ‘diekorin’ melulu. Kemana-mana dibuntutin melulu.

Saya nggak tau itu kebiasaan ngekor sang penjaga toko datang dari mana. Kemungkinan besar karena si penjaga toko itu mantap pembalap Formula 1. Sudah terbiasa harus ngekorin yang di depannya. Harus dipepet melulu Makin dekat ngekorin, makin bagus. Kalau perlu, apapun yang baru saja dipegang sang pelanggan, harus segera dirapikan, harus segera disempurnakan kembali.

Saya juga tau, bahwa kecuali sang pelanggan itu mantan permaisuri, dia gak bakal suka diekorin melulu. Apalagi kalau yang ngekor mukanya asem, kusut, keriput. Diekorin itu rasanya gerah dan gelisah! Rasanya pengen nonjok, kalau gak bisa ditonjok, dikipas jauh-jauh deh.

Nah, lucunya…. sang karyawan (mantan pembalap F1) ini kalau lagi belanja, juga gak suka diekorin. Dia sendiri gak suka kalau lagi belanja dibuntutin terus. Kalau sudah tau begitu masih ngekorin melulu coba!!

Mari kita lihat sisi lain. Kita lihat sisi pemilik toko. Biasanya dengan mata elang mengawasi seluruh penjuru toko. Kalau ada karyawannya yang buang angin, kemungkinan besar dia bisa tau, saking jelinya!F1 Drivers

Nah, saat ada pelanggan masuk, dia jelas aja langsung tau. Matanya berbinar, pipinya memerah ceria, senyumnya merekah. Si pemilik toko alias bos ini jelas mau memberikan pelayanan terbaik. Maka begitu ada pelanggan yang masuk, harus segera dikawal oleh karyawannya. Dibuntutin ke manapun dan dilayanin. Kalau pegawainya cuma diam aja, dicap sebagai MGB (Makan Gaji Buta).

Di sini saya juga bingung, sifat menyuruh membuntutin ini datang dari mana? Saya curiga jangan-jangan dulunya si bos ini mantan bodyguard! Sehingga tiap ada client VIP yang datang, harus segera dijaga dan dilindungi. Apapun kebutuhan pelanggan harus segera diatasi.

The Bodyguard

Padahal, padahal, padahal… kalau si bos ini lagi belanja, saya taruhan… dia juga PASTI gak suka diekorin!! Apalagi kalau diekorinnya dalam radius 1 Meter!

Nah, kasus ini biasanya berakhir dengan email ke saya, “Pak Ronald, saya punya toko nih. Gimana sih caranya memberikan pelayanan terbaik di toko saya?” Hihihihi.

Maka ini dia nasehat saya, anda pakai jurus periskop kapal selam!!!

Client itu kalau belanja lebih suka jadi kapal selam. Saat mereka masuk, cukup disambut dengan senyuman atau sapaan, “Siang, bu!” atau, “Silakan, bu” atau sekedar senyum manis dengan anggukan kepala juga boleh.

Sebagai kapal selam, mereka lebih suka menjelajah toko tidak terdeteksi. Mereka mau melihat-lihat dengan bahagia. Mereka mau leha-leha. Walaupun gak beli gak apa-apa, gak masalah, karena melihat-lihat itulah sumber kebahagiaan ibu-ibu!!

Periscope

Namun, saat sang ibu butuh pelayanan, dia bakal menaikkan kapal selamnya. Lehernya bakal naik dan celingak-celinguk kanan kiri. Persis seperti kapal selam sedang menaikkan periskop. Kalau bukan lehernya yang naik, tangannya yang naik.

Nah, kalau periskop ini sudah naik, barulah anda menghampiri. Baru deh anda bantuin, “Ada yang bisa saya bantu, bu?

Kadang-kadang, periskopnya si kapal selam gak naik-naik. Kadang-kadang si kapal selam ini muter-muter gak jelas. Muter-muter bingung. Nah, saat itu boleh pelan-pelan anda hampirin. Pelan-pelan aja, jangan dikagetin yah!!

Nah, begitu caranya menghadapi client yah! Jadi jurus bodyguard & pembalap F1 ditinggal dulu. Pakai jurus menangani kapal selam aja yah!

Selamat jualan dan Salam Dahsyat!!!

 

Anda boleh menggunakan artikel ini di newsletter, website atau publikasi, dengan syarat tetap melampirkan kalimat lengkap di bawah dengan link aktif ke website:

Copyright, Hendrik Ronald. Digunakan dengan izin. Hendrik Ronald adalah Trainer dan Coach Service Excellence. Untuk mendapatkan pelatihan dan artikel lainnya, silakan kunjungi www.HendrikRonald.com